Himpunan Mahasiswa Matematika (HIMATIKA) merupakan organisasi kemahasiswaan di bawah Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Organisasi ini didirikan pada tahun 2003 dengan ketua pertama Bambang Ruswandi. Pada tahun 2025, Himatika berada di bawah kepemimpinan Iqbal Muhammad Hasan Sembiring. Sebagai wadah yang mewakili aspirasi mahasiswa, Himatika berkomitmen untuk mendukung pengembangan keterampilan sosial, kepemimpinan, dan kerja sama melalui berbagai kegiatan yang bermanfaat. Organisasi ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk memperluas pengalaman serta meningkatkan potensi diri baik di bidang akademik maupun non-akademik.

Logo HIMATIKA

  • Lingkaran: Melambangkan bentuk persatuan tiada batas.
  • Warna Biru: Dalam ilmu psikologi, warna biru melambangkan pemikiran yang jernih dan meningkatkan konsentrasi.
  • Segitiga: Menyatakan 3 tugas kodrat seorang Muslim di alam semesta. Yaitu hubungan dengan Allah, hubungan dengan sesama manusia dan hubungan dengan alam.
  • Jumlah Segitiga: Terdapat 24 segitiga yang mengartikan bahwa terdapat 24 jam dalam sehari yang harus digunakan sebaik mungkin oleh mahasiswa matematika dalam mengaplikasikan matematika di kehidupan sehari-hari.
  • Simbol Zeta dan Phi: Merupakan salah satu symbol matematika yang melambangkan ciri khas dalam prodi matematika.
  • Tulisan Himpunan Mahasiswa Matematika: Melambangkan organisasi yang dibentuk oleh mahasiswa matematika memiliki visi dan misi yang sama.
  • Tulisan FST UIN Syarif Hidayatullah Jakarta: Melambangkan sebuah organisasi yang bernaung dan bertempat di Fakultas Sains dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
  • Gambar dengan 4 Panah: Menyatakan bahwa mahasiswa matematika harus memiliki pandangan luas dan ke segala arah.

Visi & Misi

Visi:

“Mewujudkan lingkungan himpunan mahasiswa yang mengutamakan komunikasi
efektif, keterbukaan, dan keberagaman untuk menciptakan suasana yang nyaman dan
harmonis bagi seluruh anggota.”

Misi

  1. Meningkatkan komunikasi antar departemen dan antar personal dengan memanfaatkan berbagai platform dan forum diskusi yang terbuka.
  2. Membangun budaya keterbukaan dalam mengambil keputusan dan berbagi informasi
    penting, agar semua anggota memiliki akses yang setara terhadap informasi dan
    peluang di dalam himpunan.
  3. Mendorong terciptanya suasana saling menghargai, manyeluruh, dan mendukung
    dengan membuka ruang bagi setiap anggota untuk berbagi perdapat dan ide tanpa rasa
    takut akan penilaian negatif.
  4. Melibatkan seluruh anggota dalam perencanaan kegiatan dan evaluasi, agar setiap
    suara dihargai dan dapat menciptakan rasa memiliki terhadap himpunan.
  5. Menumbuhkan budaya timbal balik yang membangun, di mana setiap anggota dapat
    memberikan kritik dan saran untuk perbaikan yang lebih baik.